.: azalea di sebuah bukit :.

17 12 2009

Assalamu’alaikumwarahmatullahi wabarakatuh..

Bismillahirrahmaanirahiim

Selamat paggi.. salam semangat untuk kita semua

Dengan kerendahan hati mari kita simak pesan2
Al-qur’an tentang tujuan hidup yg sebenarnya. Nasehat ini utk semuanya. Untuk mereka yang sudah memiliki arah. Untuk mereka yang belum memiliki arah. Dan untuk mereka yang tidak memiliki arah. Nasehat ini untuk semuanya. Semua yang menginginkan kebaikan.

Nikah itu ibadah. Nikah itu suci……ingat itu. Memang nikah itu bisa karena harta, bisa karena kecantikan, bisa karena keturunan dan bisa karena agama.

Jangan engkau jadikan harta, keturunan maupun kecantikan sebagai alasan karena semua itu akan menyebabkan celaka. Jadikan agama sebagai alasan. Engkau akan mendapatkan kebahagiaan. Tak dipungkiri bahwa keluarga terbentuk krn cinta. Namun, jika cinta engkau jadikan sbg landasan, maka keluargamu akan rapuh, akan mudah hancur. Jadikanlah “ALLAH ” sbg landasan. Niscaya kau akan selamat, Tidak saja dunia, tapi juga akherat. Jadikanlah ridho Allah sbg tujuan. Niscaya mawaddah, sakinah dan rahmah akan tercapai.

Jgn kau menginginkan menjadi raja dalam “istanamu” disambut istri ketika datang dan dilayani segala kebutuhan. Jika ini kau lakukan “istanamu” tidak akan langgeng.. Lihatlah manusia teragung Muhammad saw tdk marah ketika harus tidur di depan pintu, beralaskan orban, krn sang istri tercinta tdk mendengar datangnya. Tetap tersenyum meski tdk tersaji makanan dihadapan ketika lapar. Menjahit bajunya yang robek……..

Bim salabim}
empunya siang melompat ke angkasa menjadi mercusuar berwarna oranye: menguak gulita. Dua orang tersenyum disana. Kalian tersenyum di-sana.

{Di tenggang satu waktu}
Wajah langit berubah rindang dihiasi bintang. Meski malam itu bkn malam Lailatul Qadar, malaikat yg tugasnya menu-runkan wahyu kembali turun menuju singgasana bumi.
Jika saat itu tiba, bukalah jen-dela kamar kalian lebar-lebar, persilahkan angin malam menjamu Jibril di malam yang berkelambu ketentraman
Putarkanlah kembali jarum waktu. Terbitkan kembali bayi -bayi mentari melalui rahim bumi. Melalui rahim seorang wanita, yg bernama, Azalea

Kamu tahu bahwa cinta itu sangat luas? Definisi cinta terlalu profan untuk dipilah-pilah. Pengorbanan adalah salah satu ciri cinta. Peng-hormatan adalah juga ciri cinta. Tetapi semua itu bukan cinta: hanya bagian dari cinta.
Suatu saat, kamu akan menunjuk-an cinta-mu pada seseorang pada lelaki yang kulitnya bermantera-kan kitab suci…

{Pada satu tenggang waktu}
Lelaki yg kau kagumi, menemuimu disebuah subuh. Diatas bukit yang angkasanya dipenuhi oleh derai dandelion. Lelaki itu mengatakan:
Maukah kamu menikah denganku, aphroditeku?
Tapi kau potong parade stanzanya, kau sumbat mulutnya dengan sumbat yang ada dimulutmu, … dengan kata-katamu :
“Seharusnya aku yang bertanya!
Maukah kau menjadi pendamping hidupku? Menjadi urat nadiku? Menjadi urat syarafku? Menjadi aortaku? Menjadi hemoglobin bagi hidupku?”
Anggukan kepalamu Hermesku
Iyakan permohonanku, wahai harta karun duniaku?

Sunyi…Senyap…Lenyap Moksa…Hening..Syahdu
dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu syahdu dan syahdu dan {syahdu} dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu dan syahdu
dan syahdu dan syahdu

Dan lelaki itu balas berkata :
Aku dan Kamu memang ditakdirkan esa menjadi “tuhan” ya…seperti “tuhan” ESA

Jgn engkau menginginkan menjadi ratu dlm “istanamu”. Disayang, dimanja dan dilayani suami. Terpenuhi apa yg menjadi keinginanmu. Jika itu engkau lakukan “istanamu” akan menjadi neraka bagimu. Jgn engkau terlalu cinta kpd istrimu. Jgn engkau terlalu menuruti istrimu. Jika itu engkau lakukan akan celaka. Engkau tak akan dpt melihat yg hitam & yg putih, tak kan dpt melihat yg benar & yg salah. Lihatlah bagaimana Allah menegur Nabi-mu tatkala mengharamkan apa yg Allah halalkan hanya krn menuruti kemauan sang istri.

Tegaslah thdp istrimu. Dgn cintamu, ajaklah dia taat kpd Allah. Jgn biarkan dia dengan kehendaknya. Lihatlah istri Nuh & Luth. Di bawah bimbingan manusia pilihan, justru mereka menjadi penentang. Istrimu bisa menjadi musuhmu. Didiklah istrimu. Jadikanlah dia sbg Hajar, wanita utama yg loyal thdp tugas suami, Ibrahim. Jadikan dia sbg Maryam, wanita utama yg bisa menjaga kehormatannya. Jadikan dia sbg Khadijah, wanita utama yg bisa mendampingi sang suami Muhammad saw menerima tugas risalah. Istrimu adalah tanggung jawabmu. Jgn larang mereka taat kpd Allah. Biarkan menjadi wanita shalilah. Biarkan mereka menjadi Hajar atau Maryam. Jgn kau belenggu mereka dgn egomu

Jika engkau menjadi istri. Jgn engkau paksa suamimu menurutimu. Jgn engkau paksa suamimu melanggar Allah. Siapkan dirimu utk menjadi Hajar, yg setia thdp tugas suami. Siapkan dirimu utk menjadi Maryam, yg bisa menjaga kehormatannya. Siapkan dirimu utk menjadi Khadijah, yg bisa mendampingi suami menjalankan misi. Jgn kau usik suamimu dgn rengekanmu. Jgn kau usik suamimu dgn tangismu. Jika itu kau lakukan. Kecintaannya terhadapmu akan memaksanya menjadi pendurhaka. Jangan……….

Jika kau menjadi Bapak. Jadilah bapak yg bijak spt Lukmanul Hakim. Jadilah bapak yg tegas spt Ibrahim. Jadilah bapak yg kasih spt Muhammad saw. Ajaklah anakmu mengenal Allah. Ajaklah taat kpd Allah. Jadikan dia sbg Yusuf yg berbakti. Jadikan dia sbg Ismail yg taat. Jgn kau jadikan mereka sbg Kan’an yg durhaka. Mohonlah kpd Allah. Mintalah kpd Allah, agar mereka menjadi anak yg shalih.

Jika kau menjadi ibu. Jadilah kau ibu yg bijak, ibu yg teduh. Bimbinglah anakmu dgn air susumu. Jadikan mereka mujahid. Jadikanlah mereka tentara2 Allah. Jgn biarkan mereka bermanja2. Jgn biarkan mereka bermalas2. Siapkan mereka utk menjadi hamba yg shalih. Hamba yg siap menegakkan Risalah Islam.

Manusia – manusia Akhir
Untuk suami … renungkanlah
Pernikahan atau perkawinan menyingkap tabir rahasia. Isteri yg kamu nikahi tidaklah semulia Khadijah, tidaklah setaqwa Aisyah pun tdk setabah Fatimah. Justru isterimu hanyalah wanita akhir zaman yang punya cita-cita menjadi solehah ..
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama. Isteri menjadi tanah kamu langit penaungnya. Isteri ladang tanaman kamu pemagarnya. Isteri ibarat ternak kamu gembalanya. Isteri adalah murid kamu mursyidnya. Isteri bagaikan anak kecil kamu tempat bermanjanya. Saat isteri menjadi madu kamu teguklah sepuasnya. Seketika isteri menjadi racun kamulah penawar bisanya. Seandainya isteri tulang yg bengkok berhatilah meluruskannya …
Pernikahan atau perkawinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa. Untuk belajar meniti sabar & ridha Allah SWT. Karena memiliki isteri yang tak sehebat mana, justru kamu akan tersentak dari alpa.
Kamu bukanlah Rasulullah saw. Pun bukanlah Sayyidina Ali Karamallahhuwajhah. Cuma suami akhir zaman yg berusaha menjadi soleh. Amin…

Untuk isteri pula.. renungkanlah…
Pernikahan atau perkawinan membuka tabir rahasia. Suami yang menikahi kamu tidaklah semulia Muhammad saw. Tidaklah setaqwa Ibrahim. Pun tidak setabah Ayyub atau pun segagah Musa. Apalagi setampan Yusuf. Justru suamimu hanyalah lelaki akhir zaman yang punya cita cita membangun keturunan yang soleh…
Pernikahan atau perkawinan mengajar kita kewajiban bersama. Suami menjadi pelindung kamu penghuninya. Suami adalah nahkoda kapal kamu pengemudinya. Suami bagaikan pelakon yang nakal kamu adalah penonton kenakalannya. Saat suami menjadi raja kamu nikmati anggur singgasananya. Seketika suami menjadi bisa kamulah penawar ubatnya. Seandainya suami bengis lagi lancang sabarlah memperingatkannya.
Pernikahan ataupun perkawinan mengajarkan kita perlunya iman dan taqwa. Untuk belajar meniti sabar & ridha Allah SWT. Karena memiliki suami yang tak segagah mana, justru kamu akan tersentak dari alpa.
Kamu bukanlah Khadijah yang begitu sempurna di dalam menjaga. Pun bukanlah Hajar yang begitu setia dalam sengsara. Cuma wanita akhir zaman yang berusaha menjadi solehah. Amin …
Justru itu wahai para suami dan isteri… Jangan menuntut terlalu tinggi seandainya diri sendiri jelas tidak berupaya.
Suami & isteri ingatlah:
Mengapa mendambakan isteri sehebat Khadijah andai diri tidak semulia Rasulullah. Tidak perlu mencari isteri secantik Balqis andai diri tidak sehebat Sulaiman. Mengapa mengharapkan suami setampan Yusuf seandainya kasih tak setulus Zulaikha. Tidak perlu mencari suami seteguh Ibrahim andai diri tidak sekuat Hajar dan Sarah..

smoga bermanfaat tuk kita semua..
salam..

:: bersahabat dan bermanfaat ::

Iklan

Aksi

Information

4 responses

17 12 2009
lizarajalu

saya senang artikel ini..boleh tau azalea itu artinya apa??

*ditunggu kunjungan baliknya.. 🙂

17 12 2009
wi2ngusnia

terima kasih sudah berkunjung.. yupz.. pasti saya akan bkunjung ke blogmu..

salam..
wiwin gusnia
^_^

17 12 2009
Hizmi

Subhanallah… ini memberikan pencerahan bagi ana yang sedang bimbang…

17 12 2009
wi2ngusnia

klo bimbang istikharah saja ,, ok ok ok.. ^_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: